Minggu, 23 Maret 2014

MASA NIFAS



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Mobilisasi Dini

1.      Mobilisasi Dini Adalah kebijakan untuk selekas mungkin, membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan mulai 2 jam post partum sampai 8 jam post partum (Danuatmaja, 2003 : 4).
2.      Mobilisasi dini atau aktivitas segera yang dilakukan segera setelah beristirahat beberapa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu (pada persalinan normal) (Manuaba, 1999 : 150).
3.      Mobilisasi dini adalah kebijakan untuk selekas mungkin untuk membimbing pasien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan. Mobilisasi dini dilakukan dengan melakukan gerakan dan jalan – jalan ringan sambil bidan melakukan observasi perkembangan pasien dari jam demi jam sampai hitungan hari. (Sulistyawati, 2009 : 101).
Mobilisasi dini merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca bedah dan dapat mencegah komplikasi pasca bedah. Banyak keuntungan bisa diraih dari latihan ditempat tidur dan berjalan pada periode dini pasca bedah. Mobilisasi sangat penting dalam percepatan hari rawat dan mengurangi resiko-resiko karena tirah baring lama seperti terjadinya dekubitus, kekakuan/penegangan otot-otot di seluruh tubuh dan sirkulasi darah dan pernapasan terganggu, juga adanya gangguan peristaltik maupun berkemih. Sering kali dengan keluhan nyeri di daerah operasi klien tidak mau melakukan mobilisasi ataupun dengan alasan takut jahitan lepas klien tidak berani merubah posisi. Disinilah peran Bidan sebagai edukator dan motivator kepada klien sehingga klien tidak mengalami suatu komplikasi yang tidak diinginkan.
Konsep mobilisasi mula – mula berasal dari ambulasi dini yang merupakan pengembalian secara berangsur – angsur ke tahap mobilisasi sebelumnya untuk mencegah komplikasi (Roper,1996).





2.2 Manfaat dan Keuntungan Mobilisasi Dini

Menurut Mochtar (1995), manfaat mobilisasi bagi ibu post operasi adalah :
1)   Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation. Dengan bergerak, otot –otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perutnya menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit dengan demikian ibu merasa sehat dan membantu memperoleh kekuatan, mempercepat kesembuhan.Faal usus dan kandung kencing lebih baik. Dengan bergerak akan merangsang peristaltic usus kembali normal. Aktifitas ini juga membantu mempercepat organ-organ tubuh bekerja seperti semula.
2)   Mobilisasi dini memungkinkan kita mengajarkan segera untuk ibu merawat anaknya. Perubahan yang terjadi pada ibu pasca operasi akan cepat pulih misalnya kontraksi uterus, dengan demikian ibu akan cepat merasa sehat dan bias merawat anaknya dengan cepat3) Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, dengan mobilisasi sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan.
Menurut FK UNPAD (1983 : 321), manfaat dan keuntungan mobilisasi dini adalah:
a)      Penderita merasa lebih sehat dan lebih kuat dengan early ambulation.
b)      Faal usus dan kandung kencing lebih baik.
c)      Early ambulation memungkinkan kita mengajar ibu memelihara anaknya: memandikan, mengganti pakaian, memberi makanan, dan lain-lain selama ibu masih di RS.
d)      Lebih sesuai dengan keadaan Indonesia (sosial ekonomis).
Menurut Manuaba (1998 : 193), perawatan puerperium lebih aktif dengan dianjurkan untuk melakukan “mobilisasi dini” (early mobilization) :
1) Melancarkan pengeluaran lokea, mengurangi infeksi puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan.
3) Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan.
4)  Meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga mempercepat fungsi ASI dan            pengeluaran sisa metabolisme.
Meskipun mobilisasi dini banyak membawa keuntungan, tetapi tidak dinasihatkan bagi penderita yang telah mengalami partus lama, penderita dengan suhu badan tinggi, toxemea, atau bagi penderita yang tidak menginginkannya (Ibrahim, 1996 : 81).


2.3 Kerugian Bila Tidak Melakukan Mobilisasi

1)        Peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.
2)        Perdarahan yang abnormal. Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri keras, maka resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan, karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka.
3)        Involusi uterus yang tidak baikTidak dilakukan mobilisasi secara dini akan menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus.

2.4 Pelaksanaan dan Metode Mobilisasi Dini

1)      Pelaksanaan mobilisasi dini
a)         Setelah persalinan yang normal, jika gerakannya tidak terhalang oleh pemasangan infus atau kateter atau TTV (Tanda-tanda vital) nya juga memuaskan, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke WC 1 atau 2 jam setelah melahirkan secara normal (Farrer, 2001: 239).
b)        Anjurkan ambulasi sejak awal. Ibu mungkin akan merasa berkunang-kunang pada awalnya, karena kehilangan darah, kelelahan, atau karena pemberian obat-obatan, jadi bantu ibu selama beberapa saat (Ladewig, dkk, 2006 : 237).
c)         Setelah periode istirahat vital pertama berakhir, ibu didorong untuk sering berjalan-jalan (Bobak, dkk, 2005: 531).
d)        Early Mobilization dilakukan beberapa jam setelah melahirkan (Manuaba, 2001 : 285).
e)         Ibu didorong untuk melakukan aktivitas secara bertahap memberikan jarak antara aktivitas mereka, dan untuk istirahat sebelum mereka menjadi keletihan (Hamilton, 1995 : 297).
f)         Wanita yang baru saja melahirkan tidak lagi harus berada di tempat tidur. Misalnya, ia boleh mulai berjalan-jalan sesegera mungkin kalau ia mau, ke toilet kalau ia perlu dan beristirahat kalau ia letih (Llewellyn & Hipokrates, 2002 : 83).


2)      Metode mobilisasi dini
Menurut Potter dan Perry (2006 : 251), mobilisasi dini berfokus pada rentang gerak-gaya berjalan latihan, dan toleransi aktivitas yaitu :
a)      Rentang gerak
Merupakan jumlah maksimum gerakan yang mungkin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh: sagital, frontal, dan transversal. Latihan rentang gerak yang meliputi bagian tubuh dan tipe gerakan:
·         Leher menggerakkan dagu menempel ke dada, mengembalikan kepala ke posisi tegak, menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, memiringkan kepala sejauh mungkin ke arah setiap bahu, memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler.
·         Bahu menaikkan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di atas kepala, mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh, menggerakkan lengan ke belakang tubuh dan siku tetap lurus, menaikkan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak tangan jauh dari kepala, menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin, dengan siku fleksi lakukan putaran bahu dengan menggerakkan lengan sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang dan gerakkan lengan sampai ibu jari ke atas dan ke samping kepala, menggerakkan lengan dengan lingkaran penuh.
·         Siku menekuk siku sehingga lengan bawah bergerak ke depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu, meluruskan siku dengan menurunkan tangan.
·         Lengan bawah : memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap ke atas, memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke bawah.
·         Pergelangan tangan : menggerakkan telapak tangan ke sisi bagian dalam lengan bawah, menggerakkan jari-jari sehingga jari-jari berada dalam arah yang sama, membawa permukaan tangan dorsal ke belakang sejauh mungkin, menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari dan ke arah lima jari.
·         Jari-jari tangan : membuat genggaman, meluruskan jari-jari tangan, menggerakkan jari tangan ke belakang sejauh mungkin, merenggangkan jari-jari tangan yang satu dengan yang lain, merapatkan kembali jari-jari tangan.
·         Ibu jari menggerakkan ibu jari menyilang permukaan telapak tangan, menggerakkan ibu jari lurus menjauh dari tangan, menjauhkan ibu jari ke samping, menggerakkan ibu jari ke depan tangan, menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan yang sama.
·         Pinggul menggerakkan tungkai ke depan dan atas dan kembali ke samping tungkai yang lain, menggerakkan tungkai ke belakang tubuh, menggerakkan tungkai ke samping menjauhi tubuh, menggerakkan tungkai kembali ke posisi medial dan melebihi jika mungkin, memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain dan menjauhi tungkai lain, menggerakkan tungkai melingkar.
·         Lutut menggerakkan tumit ke arah belakang paha mengembalikan tungkai ke lantai.
·         Mata kaki : menggerakkan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke atas dan ke bawah.
·         Kaki memutar telapak kaki ke samping dalam dan luar.
·         Jari-jari kaki : melengkungkan jari-jari kaki ke bawah, meluruskan jari-jari kaki, merenggangkan jari-jari kaki satu dengan yang lain.
b)      Gaya berjalan
Digunakan untuk menggambarkan cara utama atau gaya ketika berjalan. Siklus gaya berjalan dimulai dengan tumit mengangkat satu tungkai dan berlanjut dengan tumit mengangkat tungkai yang sama.
c)      Latihan dan Toleransi Aktivitas
Latihan adalah aktivitas fisik untuk membuat kondisi tubuh, meningkatkan kesehatan, dan mempertahankan kesehatan jasmani. Toleransi aktivitas adalah jenis dan jumlah latihan atau kerja yang dapat dilakukan seseorang.
d)     Kesejajaran tubuh
Dapat dilakukan dengan berdiri, duduk, atau berbaring antara lain :
1.    Berdiri
(a)   Kepala tegak.
(b)   Ketika dilihat dari arah posterior, bahu dan pinggul lurus dan sejajar.
(c)    Ketika dilihat dari arah posterior, tulang belakang lurus.
(d)    Ketika dilihat dari arah lateral, kepala tegak dan garis tulang belakang di garis dalam pola S terbalik.
(e)    Ketika dilihat dari arah lateral, perut berlipat ke bagian dalam dengan nyaman dari lutut dengan pergelangan kaki agak melengkung.
(f)     Lengan nyaman di samping.
(g)    Kaki ditempatkan sedikit berjauhan untuk mendapatkan dasar penopang, dan jari-jari kaki menghadap ke depan.
(h)   Ketika dilihat dari arah anterior pusat gravitasi berada di tengah tubuh dan garis gravitasi mulai dari tengah kepala bagian depan sampai titik tengah antara kedua kaki. 
2.      Duduk
(a)    Kepala tegak, leher dan tulang belakang berada dalam kesejajaran yang lurus.
(b)   Berat badan terbagi rata pada bokong dan paha.
(c)    Paha sejajar dan berada pada potongan horizontal.
(d)   Kedua kaki ditopang di lantai.
(e)   Jarak 2-4 cm dipertahankan antara sudut tempat duduk dan ruang popliteal pada permukaan lutut bagian posterior.
(f)     Lengan bawah ditopang pada pegangan tangan, di pangkuan, atau di atas meja depan kursi.
3.      Berbaring
Pada orang sadar mempunyai kontrol otot volunter dan persepsi normal terhadap tekanan. Ketika berbaring membutuhkan posisi lateral dengan menggunakan satu bantal, dan semua penopangnya diangkat dari tempat tidur. Tubuh harus ditopang oleh matras yang adekuat. Tulang belakang harus berada dalam kesejajaran lurus tanpa ada lingkungan yang terlihat.
3)      Mobilisasi Pasca Seccio Caessaria (SC)
Mobilisasi yang dilakukan meliputi :
Hari ke 1 : Lakukan miring ke kanan dank e kiri yang dapat dimulai sejak 6-10 jam setelah penderita / ibu sadarLatihan pernafasan dapat dilakukan ibu sambil tidur terlentang sedini mungkin setelah sadar.
Hari ke 2 : Ibu dapat duduk 5 menit dan minta untuk bernafas dalam-dalam lalu menghembuskannya disertai batuk- batuk kecil yang gunanya untuk melonggarkan pernafasan dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan pada diri ibu/penderita bahwa ia mulai pulih. Kemudian posisi tidur terlentang dirubah menjadi setengah dudukSelanjutnya secara berturut-turut, hari demi hari penderita/ibu yang sudah melahirkan dianjurkan belajar duduk selama sehari, belajar berjalan kemudian berjalan sendiri pada hari ke 3 sampai 5 hari setelah operasi.Mobilisasi secara teratur dan bertahap serta diikuti dengan istirahat dapat membantu penyembuhan ibu.



2.5 SENAM KEGEL

a. Pengertian
Senam kegel adalah senam yang dapat dilakukan dengan menekan vagina dan area perineum seolah-olah Anda sedang mencoba untuk terus menahan urin. Senam ini diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Kegels dan umumnya dilakukan selama 5-7 detik beberapa kali berturut-turut dalam sehari.
Senam Kegel sengaja dirancang untuk memperkuat lantai otot panggul dan dengan demikian memiliki banyak manfaat yang besar bagi seorang wanita sebelum dan sesudah melahirkan. Yang paling utama senam ini berperan dalam menghindari inkontinensia. Ketika seorang wanita beranjak tua dan memiliki lebih banyak anak, terdapat risiko yang lebih tinggi untuk membentuk inkontinensia dalam tubuhnya. Jika hal ini tidak ditangani secara dini maka akan dapat menyebabkan kejadian inkontinensia penuh terlalu awal, yaitu kondisi mereka telah kehilangan semua kendali atas kandung kemihnya.
Yang perlu dilakukan oleh ibu yang baru melahirkan adalah untuk melakukan olahraga kegel ini adalah menekan otot-otot panggul mereka selama beberapa menit setiap harinya, seolah-olah mereka sedang mencoba untuk menahan kemih. Mereka dapat melakukan ini bahkan saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasak, mandi, istirahat, duduk dll.
Melahirkan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita termasuk bagian. Setelah melahirkan wanita dapat membuat bentuk vagina mereka kembali ke bentuk semula dengan melakukan senam kegel lebih sering.

b. Manfaat Senam Kegel bagi Ibu Nifas
Selain mudah dilakukan dengan sedikit tenaga, senam Kegel sangat bermanfaat bagi ibu yang baru saja melahirkan dapat membantu memperkuat otot-otot dasar panggul wanita yang tidak hanya akan memberikan mereka kontrol otot yang lebih baik sebelum dan setelah persalinan, namun juga akan mempertahankan kemampuan seks mereka.
Sebagaimana diketahui, setelah persalinan otot dasar panggul wanita akan menjadi longgar, yang dapat menyebabkan inkontinensia dan komplikasi lainnya. Setelah melahirkan wanita dapat melakukan senam kegel ini untuk kembali memperkuat dan mengencangkan otot sekitar vagina.
Yang menarik dan cukup luar biasa tentang senam Kegel adalah bahwa latihan ini juga dapat meningkatkan rangsangan seksual. Karena dapat memperkuat otot dinding vagina pada wanita, olahraga ini akan meningkatkan durasi dan kesenangan orgasme. Hal ini tentunya meningkatkan kenikmatan seksual bagi kedua pasangan tidak hanya pada wanita karena menciptakan lebih banyak gesekan dan sensitivitas yang lebih tinggi.
Perempuan yang rajin melakukan senam Kegel memiliki kesempatan lebih baik untuk mencapai dan menerima orgasme dan setelah itu menjadi lebih kuat dan lebih lama dalam durasi. Dengan melakukan latihan ini sering dan teratur sepanjang hidup anda, tentunya anda tidak hanya mendapatkan manfaat senam kegel bagi Ibu nifas namun anda juga akan mendapatkan keuntungan dalam banyak hal lainnya termasuk menyenangkan pasangan hidup (suami).

2.6 PENGERTIAN SENAM NIFAS

Berikut ini adalah beberapa pengertian atau definisi tentang senam nifas, antara lain :
1.         Senam nifas sering disebut dengan ‘Senam Pemulihan Sesudah Melahirkan’
2.    Senam nifas adalah senam yang dilakukan ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih kembali.
3.    Senam nifas adalah suatu prosedur latihan gerak yang diberikan pada ibu postpartum dengan kondisi ibu baik.
4.    Senam nifas adalah senam yang dilakukan sejak hari pertama melahirkan setiap hari sampai hari kesepuluh, dimana senam ini dilakukan pada saat sang ibu benar-benar pulih.
5.    Senam nifas merupakan sederetan gerakan – gerakan tubuh yang dilakukan setelah melahirkan bayi, guna memulihkan dan mempertahankan tonus otot, khususnya yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan.
6.    Senam nifas adalah senam yang dilakukan pada saat seorang ibu menjalani masa nifas atau masa setelah melahirkan. (idamaryanti, 2009).
7.    Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah melahirkan, supaya otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan persalinan dapat kembali kepada kondisi normal seperti semula. (Ervinasby, 2008).
8.    Senam nifas dapat dimulai 6 jam setelah melahirkan dan dalam pelaksanaanya harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan continoe. (Alijahbana, 2008)



2.7  Syarat umum pelaksanaan kelas senam nifas

Untuk dapat mendirikan senam nifas perlu memperhatikan beberapa hal atau syarat. Syarat-syarat yang terkait pelaksanaan kelas senam nifas, syarat ruang senam, syarat pengajar/pelatih senam, syarat peserta.
Beberapa syarat umum pelaksanaan kelas senam nifas yang sebaiknya diperhatikan adalah:
1.    Sebagai pembicara adalah bidan/tenaga kesehatan lain (perawat, fisioterapist, dokter) yang sudah dilatih sebagai fasilitator
2.    Waktu pelaksanaan paket kelas ibu dimusyawarahkan bersama sehingga dapat dilaksanakan pada waktu yang tepat dan ibu nifas dapat hadir sesuai dengan jadwal yang disepakati
3.    Cara memberitahu ibu nifas tentang pelaksanaan kelas ibu nifas harus jelas dilaksanakan berapa kali,  waktu tidak lama dan tempatnya dimana
4.    Selalu memperhatikan jadwal, jangan sampai melelahkan ibu nifas
5.    Materi yang disampaikan harus sesuai dengan skenario tepat dan jelas
6.    Pastikan ibu nifas mengerti tentang materi yang disampaikan dengan melakukan pengecekan pemahaman ibu nifas
7.    Tempat pelaksanaan sebaiknya ada dalam ruangan yang agak besar, cukup ventilasi dan tidak bising
8.    Tersedia ruang untuk senam nifas

a.      Ruang senam nifas
Agar tujuan kegiatan senam nifas dapat tercapai, maka perlu disediakan ruang senam nifas beserta fasilitas pendukungnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLVjYYDjdwI-pGi2XmaPaJcSp66vSjtiDJ8N7XnLTJhyKsqDGECBSv3bIOkFD2fNgRpQLwiGWyz9MPjuyTfW-S5X4p8x4h1UqpOCw0rWUdJ7sefdauocegUb3Y_PQjLN2e9PLOP3IuvIRI/s1600/Senam+Hamil+di+KMC.jpg
Fasilitas ruang senam nifas yang perlu tersedia antara lain:
1.      Ruang senam nifas
a.       Ruang senam perlu dilengkapi dengan ruangan yang besar, dimana ruangan harus tersendiri, memiliki dinding yang lapang, berventilasi baik dengan lantai cukup luas dan tidak licin, misalnya beralaskan karpet atau lantai terbuat dari kayu.
b.      Ruang senam memiliki ukuran sejumlah banyak ibu nifas yang akan mengikuti senam ditambah tempat untuk kursi-kursi, meja dan tempat jalan pelatih.
c.       Kursi yang disediakan adalah kursi dengan tinggi dan jenis yang berbeda, yang berguna untuk:
1)      Memungkinkan postur didemonstrasikan dalam beberapa posisi
2)      Memberi alternatif bagi ibu yang tidak nyaman senam dilantai
d.      Jumlah ibu yang turut senam dalam satu kelas sebaiknya 6-12 orang ibu
e.       Ukuran kasur (matras) untuk 1 orang adalah 80 cm (lebar) dan 2 meter (panjang), pelengkap: 1 bantal + 1 selimut.
f.       Beberapa bantal diperlukan untuk dapat membantu ibu untuk mempraktekkan relaksasi dalam berbagai posisi
g.      Matras atau kasur tidak perlu disediakan, apabila ruangannya telah berkarpet yang nyaman untuk senam.
2.      Warna dan Letak Ruang Senam nifas
a.       Warna ruang hendaknya warna muda
b.      Ventilasi cukup (alamiah atau dengan exhautser)
c.       Letak tempat jauh daripada keramaian, atau dekat bunyi – bunyi monoton seperti jatuhnya air kran di bak kamar mandi, bunyi AC, bunyi lalu lintas dari kejauhan dll.
d.      Letak ruang senam harus dekat kamar mandi (toilet) dan tidak boleh lembab ataupun dilalui angin keras.
e.       Pencahayaan yang dapat diredupkan.
3.      Fasilitas perlengkapan senam lainnya
a.       Ruang tersebut hendaknya dilengkapi dengan alat-alat seperti cermin panjang, paralel bar, gambar – gambar.
b.      Paralel bar, merupakan pegangan bersudut kanan yang dapat dinaikkan di dinding sebagai sandaran untuk senam dalam posisi duduk.
c.       Cermin yang panjang berguna untuk memastikan apakah postur sudut tepat.
d.      Dilengkapi juga sistem alat musik yang lengkap. Bila tidak terdapat sistem alat musik yang lengkap, cukup sediakan sebuah radio kaset yang mudah dibawa.
e.       Tujuan penggunaan musik pada senam nifas antara lain :
1.      Penggunaan musik dapat membantu memotivasi serta meningkatkan kesenangan dan minat terhadap senam.
2.      penggunaan musik terbaik yang dipilih akan membantu menciptakan suasana damai selama periode relaksasi.
3.      Penggunaan musik dengan irama menghentak atau yang tidak seperti musik klasik dapat digunakan.

f.       Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan musik :
1.      Pelatih senam harus menekankan pada ibu (peserta senam) agar ibu tidak lebih memfokuskan untuk mendengarkan musik daripada berkonsentrasi pada senam.
2.      Musik – musik tidak boleh mendominasi atau mengendalikan senam.
3.      Bila pelatih sedang memberikan instruksi dan informasi, maka musik dapat dihentikan di sela – sela senam.
4.      Agar pelaksanaan senam dengan standar yang telah ditentukan dapat dipertahankan, maka musik harus selalu digunakan dengan hati-hati.
g.      Sandal yang tepat penting untuk memberi perlindungan yang adekuat pada kaki dan membantu menghindari regangan kaos katun yang longgar mungkin lebih nyaman
b.      Pengajar/pelatih senam nifas
Agar tujuan senam nifas dapat tercapai, maka pengajar pelatih senam nifas sebaiknya :
1.      Sebelum mengajarkan senam, pelatih senam harus cakap dalam melakukan senam ataun ketrampilannya sendiri.
2.      Pelatih senam harus mengetahui terminologi dari masing – masing senam atau ketrampilan.
3.      Pelatih senam harus mampu dengan cepat melihat dan merubah kesalahan – kesalahn latihan yang dibuat selama senam.
4.      Dengan suaranya dapat mempengaruhi jenis latihan gerak, yakni :
a.       Pelatih senam harus dapat merangsang suatu latihan apabila suatu latihan memerlukannya,
b.      Pelatih senam harus dapat membangkitkan atau memberikan ketenangan seperti dalam hal latihan untuk mendidik ketenangan
c.       Pelatih senam harus dapat mempercepat atau memperlahan latihan.
5.      Pelatih senam harus mampu memberikan latihan dengan menggunakan kata – kata sederhana.
6.      Pelatih senam latihan harus memberikan contoh latihan pada diri sendiri ataupun pada salah seorang peserta.
7.      Pelatih senam harus menerangkan maksud dan tujuan latihan serta kegunaannya. Harus diterangkan akan pentingnya latihan di rumah agar dapat mencapai hasil yang memuaskan di waktu persalinan. Hal ini berguna untuk menimbulkan rasa kepercayaan diri ibu.
8.      Pelatih senam harus menjaga seorang ibu jangan sampai terlampaui letih selama senam. Artinya : pelatih senam harus mampu mengenali tanda – tanda kelelahan otot, seperti rasa gatal pada otot, ketidaktepatan pemakaian kelompok otot, menggetarkan atau meregangkan otot selama senam.
9.      Pelatih senam menganjurkan ibu-ibu untuk melepaskan/ mengendorkan semua bagian pakaian yang ketat agar gerak latihan menjadi bebas.
10.  Pelatih senamhendaknya tidak berjalan kian kemari saat mengejar dan memasang tulisan “HARAP TENANG” yang dipasang di depan ruang senam. Hal ini bertujuan untuk menjaga suasana tenang di dalam kelas.

2.8  Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Senam Nifas (Latihan Pemulihan Sesudah Melahirkan)
1.      Lakukan senam post partum/ pasca melahirkan secara teratur ketika bayi berumur 2-3 minggu. Biasanya ibu sudah mampu latihan ( bagi Ibu yang melakukan persalinan SC/ Sectio Caesarea)
2.      Pada umumnya, ibu post partum akan merasa Percaya Diri dan merasa menarik setelah melakukan latihan.
3.      Sakit punggung bagian bawah dan ketegangan pada bahu yang biasanya dirasakan ibu pasca operasi abdominal (Sectio Caesarea) akan pulih apabila otot abdomen kuat kembali.
4.      Latihan pemulihan tidak memerlukan waktu yang seperti latihan senam hamil.

2.9  Alasan Senam Nifas
Alasan mengapa Ibu sesudah melahirkan perlu melakukan senam, antara lain :
1.    Otot dasar panggul meregang
2.    Otot dinding perut kendor
3.    Sikap dan bentuk tubuh berubah
2.10          Akibat Kelemahan Otot Dasar Panggul
Ibu hamil sebaiknya melakukan senam untuk memperbaiki otot dasar panggul yang meregang atau akibat kelemahan otot dasar panggul, antara lain :
1.         Kencing tidak terkontrol/ngompol
2.         Turunnya rahim/ uterus Ibu akibat kelemahan otot dinding perut
3.         Nyeri punggung bawah
4.         Timbulnya celah pada pertengahan otot dinding perut

2.11          Tujuan Senam Nifas
Berikut ini adalah beberapa tujuan utama dari senam nifas antara lain :
1.    Mengembalikan atau meningkatkan organ reproduksi terutama otot abdomen pada  keadaan semula. Dengan kata lain, membantu relaksasi otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan kelahiran atau memperbaiki keregangan otot abdomen/ perut setelah hamil.
2.    Menguatkan otot yang telah mendukung isi panggul dan menstabilkan otot spingter.
3.    Memulihkan kembali elastisitas dan kekuatan rahim. Dalam hal ini termasuk membantu memulihkan tonus otot yang menunjang kehamilan dan kelahiran (memperbaiki tonus otot pelvis), serta mempercepat involusi.
4.    Memperbaiki regangan otot tungkai bawah
5.    Meningkatkan kesadaran untuk melakukan relaksasi otot dasar panggul
6.    Mencegah komplikasi dan melancarkan sirkulasi darah Ibu
7.    Melatih dan menjaga agar bentuk tubuh dan sikap tubuh Ibu tetap baik yaitu memperbaiki sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan.
8.    Memperlancar ASI dalam hal ini membantu fungsi payudara  dan memulihkan ketegangan karena capek merawat bayi
9.    Untuk menguatkan tubuh bagian atas yang banyak berfungsi untuk menggendong bayi.
10.     Mempercepat pemulihan keadaan umum Ibu.
11.     Mencegah kesulitan buang air besar dan buang air kecil
Jadi, tujuan senam nifas secara ringkas dapat disampaikan pada ibu-ibu nifas, sebagai berikut :
1.    Mengembalikan rahim pada posisi semula
2.    Memperbaiki elastisitas otot yang telah mulur
3.    Meningkatkan gairah hidup
4.      Mencegah kesulitan buang air besar atau buang air kecil
5.      Memperlancar keluarnya ASI
6.      Memperlancar sirkulasi darah
7.      Mengembalikan kerampingan
8.      Mencegah varises


2.12          Manfaat Senam Nifas
1.    Manfaat Senam Nifas Secara Umum:
a.    Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.
b.    Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan dan persalinan, serta mencegah pelemahan dan peregangan lebih lanjut.
c.    Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
2.    Manfaat Khusus Latihan Perut :
a.    Mengurangi resiko sakit punggung dan pinggang
b.    Mengurangi varises vena
c.    Mengurangi edema di kaki
d.   Memperlancar peredaran darah
e.    Mencegah pembentukan gumpalan darah dalam vena
f.     Mengatasi kram kaki
3.    Manfaat Khusus Latihan Perineal:
a.    Membantu menghindari terjadinya inkontinesia urine(mengompol akibat stress)
b.    Mencegah turunnya organ-organ pinggul
c.    Mengatasi masalah seksual
2.13          Syarat Senam Nifas
Senam nifas dilakukan untuk :
1.         Partus pervagina : 6 jam post partum
2.         Partus SC : lihat kondisi pasien
2.14          Kontraindikasi Senam Nifas
Kontra Indikasinya antara lain :
1.         Ibu yang menderita anemia
2.         Ibu yang mempunyai penyakit jantung dan paru-paru

2.15          Kerugian Bila Tidak Melakukan Senam Nifas
Kerugian bila tidak melakukan senam nifas, antara lain :
1.    Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan
2.    Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan
3.    Trombosis vena (sumbatan vena  oleh bekuan darah)
4.    Timbul varises
2.16          Contoh Kartu Senam Nifas
·         KARTU SENAM NIFAS
Nama Dokter
Nama ibu, dengan usia nifas
·      Nama fioterapis yang bertanggung jawab
·      Nama bidan pelaksana

·         PEMERIKSAAN
-     Apakah ada wasir, prolaps, varices dll
-     Ada perdarahan
1/8

2/8
3/8
Routine post partus
Jenis latihan
Jenis latihan
Jenis latihan, dll
Sampai siteruskan di classes


2.17     Macam-Macam Metode Senam Nifas
Dalam makalah ini diuraikan beberapa macam metode nifas, dimana pada masing-masing metode ini, ada yang memiliki gerakan-gerakan yang sama, namun ada yang berbeda. Namun, gerakan-gerakan pada masing-masing senam tersebut selalu diupayakan sesuai kondisi ibu pada masa nifas.
A.      Metode Senam Nifas I
Metode senam nifas ini terdiri dari 5 (lima) tahap senam pemulihan yaitu : Latihan Tubuh Bagian Atas, Latihan Daerah Pelviks, Latihan Abdomen, Latihan bokong dan latihan Paha. Masing-masing tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut :
1.        LATIHAN TUBUH BAGIAN ATAS
a)        Satu : Melebarkan Dada:
·           Posisi Awal :
-          Berdiri tegak
-          Buka kaki selebar panggul
-          Buka kedua lengan ke samping dengan siku membentuk 90ᵒ
-          Lengan atas sejajar lantai
·           Selanjutnya :
-          Keluarkan nafas dan bawa kedua lengan bersama-sama ke depan dada
-          Tarik nafas dan buka lengan kembali selebar-lebarnya
-          Pertahankan kedua siku sejajar bahu
·           Lakukan latihan ini 24 kali
b)        Dua : Push-up Pada Dinding
·           Posisi Awal :
-          Berdiri tegak, dengan jarak kaki ke dinding lebih jauh dari lengan
-          Tempatkan kedua kaki sejajar pinggul
-          Tangan lurus ke dinding
-          Tempatkan telapak tangan pada dinding di bawah bahu, jari-jari berhadapan satu sama lain
1)   Dekatkan wajah Anda ke dinding, dengan membiarkan tubuh lurus maju ke depan, siku akan membengkok
2)   Dorong badan Anda kembali ke belakang dengan meluruskan kedua lengan, kemudian tekan ke dinding kembali sehingga kedua siku bengkok. Jangan biarkan bokong tertinggal dibelakang dan tumit lepas dari lantai (ketika Anda mendekati dinding, dada dan belakang betis akan terasa tertarik).
3)   Ulangi 24 kali gerakan
c)         Tiga : Peregangan Yang Berat:
·           Posisi Awal :
-          Berdiri tegak, dengan kedua kaki rapat dan sejajar
-          Letakkan kedua lengan di belakang dengan jari kelingking saling berkaitan pada punggung bagian atas
1)        Putar telapak tangan dengan membengkokkan siku ke belakang
2)        Tarik kaki kanan 45ᵒ ke kanan, sedang kaki kiri melangkah ke depan
3)        Sekarang arahkan puncak kepala ke depan, dengan membongkokkan badan dari pinggul, juga punggung tetap lurus. Perhatikan pernafasan, biarkan dada, lengan dan dada belakang betis terasa tertarik
4)        Pada regangan maksimum, rendahkan kepala. Pertahankan posisi dengan konsentrasi yang kuat. Kemudian kembali.
5)        Lakukan latihan ini kembali dengan memutar balik posisi kaki.
2.        LATIHAN DAERAH PELVIKS (Otot Dasar Paanggul)
Ke-6 latihan di bawah ini sangat baik apabila dilakukan pertama sekali pada 2-3 minggu post partum.
a.         Satu : Menekan Punggung Bawah:
1)        Posisi Awal : berbaring lurus dengan kedua lutut ditekuk, kedua kaki dibuka selebar panggul
-          Keluarkan nafas dan tekan punggung bagian bawah pada lantai. Tarik nafas dan relaks
b.        Dua : Pelvik Grips
1)        Posisi Awal : berbaring dengan kedua lutut ditekuk dan kedua kaki  terbuka selebar pinggul
-          Keluarkan nafas sambil tahan dan kencangkan otot-otot sekitar paha, yakni lubang kencing, vagina dan rektum
-          Tarik nafas dan lepas
-          Lakukan perlahan sampai 24 kali
c.         Tiga :Rump Toner:
1)        Posisi Awal : berbaring dengan kedua kaki lurus
-          Jepit kedua bokong sekencang-kencangnya dan lepaskan
-          Lakukan latihan ini 24 kali
d.        Empat : Peregangan Easy Cat
1)        Posisi Awal : merangkak dengan kedua lutut sejajar panggul dan kedua lengan sejajar bahu.
-          Keluarkan nafas, tundukkan kepala. Jatuhkan panggul dan tarik punggung ke atas.
-          Ambil nafas dan kembalikan punggung ke posisi datar.
-          Lakukan latihan ini 24 kali

e.         Lima :Kucing Berputar
1)        Posisi Awal :Merangkak dengan kedua lutut sejajar panggul dan kedua lengan sejajar bahu.
-          Keluarkan nafas, putar bahu kanan ke pinggul kanan, tarik nafas, kembali ke tengah.
-          Keluarkan nafas, putar bahu kiri ke pinggul kiri, tarik nafas, kembali ke tengah
-          Lakukan latihan ini 24 kali
f.          Enam : Peregangan Kucing
1)        Posisi Awal : merangkak dengan kedua lutut sejajar panggul dan kedua lengan sejajar bahu
-          Keluarkan nafas, regangkan dan luruskan lengan kiri dan kaki kanan. Ambil nafas dan letakkan kembali
-          Keluarkan nafas dan ulangi gerakan ini pada posisi yang berlawanan
-          Lakukan latihan ini 24 kali
g.         Perhatian :
1)        Apabila latihan pelviks dapat dilakukan tanpa rasa sakit dsdan tegang, latihan yang lebih serius dapat dilakukan, yaitu latihan abdomen, panggul dan paha.
2)        Lakukan latihan semampunya, jangan terlalu memaksakan diri. Lakukan repitisi (pergulangan) bertahap setiap harinya.
3)        Apabila anda hanya dapat melakukan 10 menit setiap hari, lakukan setiap area secara benar
4)        Lakukan area berikutnya pada hari berikutnya.
3.        LATIHAN ABDOMEN
a.         Satu :Mengangkat Kepala
Posisi Awal:
-          Berbaring datar dengan kedua lutut bengkok dan kedua kaki lebih lebar dari pinggul.
-          Tempatkan kedua lengan dibelakang (bukan dibelakang leher), dengan kedua siku ke depan wajah
-          Keluarkan nafas dan nagkat kepala. Tarik nafas dan turunkan kepala, tapi yidak seperti menyentuh lantai.
-          Keluarkan nafas angkat, ambil nafas turun
-          Lakukan latihan ini 24 kali.
b.        Dua : Mengangkat Lutut Ke siku
Posisi Awal :
-          Berbaring dengan kedua lutut bengkok dan kedua kaki terbuka lebih lebar di pinggul
-          Kedua lengan dilipat di bawah kepala
·      Keluarkan nafas dan dekatkan satu lutut ke arah siku yang berlawanan
·      Tarik nafas dan letakkan kembali
·      Keluarkan nafas dan dekatkan siku yang lain pada lutut yang berlawanan
·      Kontrol pergerakan dari tiap kaki, tarik dengan lembut
·      Biarkan lutut menyentuh siku, kemudian letakkan
·      Lakukan setiap sisi 24 kali
c.         Tiga : Easy Knee Lift:
Posisi Awal :
-          Angkat tubuh pada posisi setengah duduk
-          Support badan bagian atas pada kedua siku dengan kedua tangan di bawah bokong
-          Letakkan kedua kaki sejajar pinggul dengan kedua lutut dibengkokkan
·           Keluarkan nafas dan tarik kedua lutut ke arah badan
·           Tarik nafas, letakkan kembali kedua kaki pada lantai
·           Keluarkan nafas, tarik kedua lutut kembali
·           Lakukan latihan ini 24 kali
d.        Empat : Peregangan Siku dan Lutut
Posisi Awal :
-          Berbaring, letakkan kedua tangan dibelakang kepala dengan kedua siku di samping wajah
-          Tekuk kedua lutut, kaitkan jempol kaki dan biarkan kedua lutut terbuka lebar, dan jatuh ke arah badan
·           Keluarkan nafas dan sentuhkan lutut kiri dengan siku kanan. Tarik nafas dan turunkan kepala.
·           Keluarkan nafas dan lakukan gerakan pada sisi yang lain
·           Lakukan latihan 24 kali. Ulangi pada setiap sisi.
e.         Lima : Mengangkat Lutut ke Dada
Posisi Awal :
-          Berbaring datar dengan kedua lengan lurus sepanjang badan
-          Kaki kiri lurus, sedang kaki kanan ditekuk
-          Angkat kepala dan bahu dari lantai
·      Bawa lutut kanan ke dada sambil meregangkan kaki kiri sejauh mungkin
·      Ganti kaki yang satu ketika badan bagian atas masih tertarik
·      Bernafas dengan irama pendek ketika kaki bergerak
·      Lakukan 24 kali
f.          Enam :Mengangkat Lutut:
Posisi Awal :
-          Berbaring setengah duduk dengan siku mensuport badan dan kedua tangan di bawah pinggul
-          Rapatkan kedua telapak kaki dan biarkan kedua lutut jatuh ke samping
·      Keluarkan nafas dan bawa lutut kanan ke arah dada. Tarik nafas, letakkan kaki kembali
·      Keluarkan nafas dan bawa kaki yang lain ke arah dada. Anda harus dapat melihat paha bagian dalam ketika meletakkan kaki kembali
·      Lakukan 24 kali
g.         Tujuh : Duduk Berputar
Posisi Awal :
-          Duduk dengan kedua kaki menempel pada lantai
-          Buka  lebar dari pinggul
-          Kedua tangan di belakang kepala
·      Keluarkan nafas dan dekatkan siku kanan ke aerah lutut kiri. Tarik nafas dan kembali ke posisi semula
·      Keluarkan nafas dan ulangi gerakan tersebut pada sisi yang lain. Sesudah dilakukan 24 kali, lakukan pengulangan 16 kali setiap sisinya.
h.        Delapan : Kaki Menggunting
Posisi Awal :
-          Berbaring dengan kedua tangan di bawah panggul
-          Luruskan kedua kaki ke atas
·      Buka kedua kaki ke samping dan tutup kembali seperti posisi semula, jaga kaki tetap lurus. Tarik nafas ketika membuka kaki dan keluarkan nafas ketika menutup, lakukan 24 kali.
·      Ketika kaki terbuka ke atas, buat lingkaran di udara.
i.           Sembilan : Peregangan Tubuh
Posisi Awal :
-          Berbaring dengan kedua kaki lurus dan kedua tangan sejajar bahu ke samping
·      Bawa lutut kanan ke arah dada
·      Kemudian, jatuhkan ke samping kiri supaya menyentuh lantai. Pertahankan bahu kanan tetap menempel pada lantai. Pertahankan posisi ini selama 20 detik, kemudian ganti lutut sebelahnya.
4.        LATIHAN BOKONG
a.         Satu : Mengangkat Bokong:
Posisi Awal :
-          Berbaring datar dengan kedua tangan disamping badan dan kedua lutut dibengkokkan
-          Kedua kaki menempel pada lantai dan terbuka lebih lebar dari panggul
·  Dengan bahu tetap menempel pada lantai, angkat bokong, jepit dan naikkan bokong lebih tinggi lagi, turun sedikit, jepit dan lepaskan. Keluarkan nafas pada saat menjepit dan tarik nafas pada saat melepaskan. Ulangi 24 kali.
·  Buka kedua kaki lebih lebar lagi, dan lanjutkan latihan jepit dan lepas pada daerah bokong. Buat gerakan kecil-kecil. Bahu belakang tetap menempel pada lantai dan tubuh bagian atas tidak boleh bergerak. Ulangi gerakan ini 24 kali.
·  Sekarang dempetkan kedua lutut dan buka kembali, bokong tetap dijepit. Bokong akan bergerak ke bawah setiap saat lutut dibuka, dan akan ke atas kembali ketika lutut didempetkan. Coba agar tetap menjepit bokong. Buka dan tutup 24 kali.
·  Dekatkan jarak kedua kaki dan lanjutkan gerakan jepit-lepas dari bokong dengan kedua lutut rapat dan buka. Gerakan buka akan berjalan dengan sendirinya, jadi pikirkan masuk,masuk,masuk. Ulangi 24 kali
·  Rapatkan kedua kaki dengan kaki dan lutut saling bersentuhan, jepit dan angkat bokong dan lepaskan, jepit-lepas-jepit-lepas. Punggung bawah menekan lantai dan badan bagian atas tetap menempel pada lantai. Ulangi 24 kali
·  Dengan bahu menempel pada lantai, jepit dan angkat bokong, dan pertahankan. Punggung bawah tetap menekan lantai. Kepala, bahu, dan lengan rileks. Pertahankan 20-30 detik. Kemudian turunkan panggul ke bawah dan luruskan kaki.
b.        Dua : Peregangan kaki Lurus
Posisi Awal : berbaring dengan kedua lutut dibengkokkan
1)        Bawa lutut kanan ke arah dada, tarik sedekatnya
2)        Luruskan kaki ke atas dengan kedua tangan secara lembut, dekatkan kaki ke badan sedekat mungkin
3)        Pertahankan posisi ini selama  20-30 detik. Kemudian letakkkan kaki kanan ke bawah dan lakukan pada kaki yang lain. Tekan bokong pada lantai saat melakukan gerakan
c.         Tiga : Posisi Lotus
Posisi Awal : duduk pada posisi semi lotus, yaitu duduk bersila dengan kedua tangan di atas lutut.
1)        Jatuhkan kepala ke depan ke arah kedua kaki dan coba rileks
2)        Ganti kaki sebelah 20 detik untuk meregangkan sisi yang lain.
B.       METODE SENAM NIFAS II
Metode senam nifas ini yang banyak diajarkan secara umum selama ini. Senam nifas ini terutama ditujukan bagi ibu post partum hari pertama, kedua dan ketiga dengan kondisi baik. Metode senam nifas ini terdiri dari : latihan penguat perut, latihan penguatan pinggang dan istirahat dengan posisin telungkup. Masing-masing latihan tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut :
1.         Latihan Penguatan Perut :
Latihan penguatan perut, terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama : pernafasan perut, dan tahap kedua : kombinasi pernafasan perut dan mengerutkan pelvis, yang diuraikan sebagai berikut :
a      Tahap Pertama (I) : Pernafasan Perut
Caranya :
1)      tidur terlentang dengan lutut ditekuk
2)      tarik nafas dalam melalui hidung usahakan rongga dada dan rongga perut mengembung
3)      keluarkan udara perlahan-lahan dengan memakai otot perut
4)      tahan 3-5 detik kemudian istirahat
5)      lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali
b. Tahap kedua (II): Kombinasi Pernapasan Perut dan Mengerutkan Pelvis
1.      Tidur telentang dengan lutut ditekuk. Sambil menarik napas dalam, putar pinggul dengan pinggang mendatar pada tempat tidur.
2.      Sambil mengeluarkan udara secara perlahan-lahan tekan dengan kekuatan otot perut dan otot bokong
3.      Tahan gerakan ini 3-5 detik kemudian istirahat
4.      Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
c. Tahap Ketiga (III): Menggapai Lutut
     Caranya:
1.      Tidur telentang dengan lutut ditekuk
2.      Sambil menarik napas dalam, tarik dagu kearah dada
3.      Sambil mengeluarkan udara, tarik dagu perlahan, angkat tangan sampai menyentuh lutut, angkat tubuh setinggi 15-20 Cm
4.      Turunkan kepala dari bahu perlahan-lahan seperti posisi semula
5.      Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
2. Latihan Penguatan Pinggang
a. Tahap Pertama (I): Memutar Kedua Lutut
Caranya:
1.      Tidur telentang dengan bahu ditekuk
2.      Pertahankan bahu datar, telapak kaki tetap dengan perlahan-lahan putar kedua lutut kesamping sehingga menyentuh sisi kanan tempat tidur.
3.      Lakukan gerakan tersebut bergantian ke arah yang berlawanan
4.      Kembali ke posisi semula dan istirahat
5.      Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali
b. Tahap Kedua (II): Memutar Satu Lutut
Caranya:
1.    Tidur telentang dengan menekuk lutut kiri dan tungkai kanan tetap lurus.
2.    Pertahankan bahu datar secara perlahan putar lutut kiri sampai menyentuh sisi kanan tempat tidur dan kembali ke posisi semula
3.    Lakukan pada kaki kanan dengan gerakan yang sama pada kaki kiri
4.    Istirahat
5.    Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali
c. Tahap Ketiga (III): Memutar Tungkai
Caranya:
1.    Tidur telentang dengan kaki tetap lurus.
2.    Pertahankan bahu tetap datar, secara perlahan tungkai kiri diangkat dalam keadaan lurus dan putar sampai ke posisi semula
3.    Ulangi gerakan kedua dengan menggunakan kaki kanan sehingga menyentuh sisi kiri tempat tidur.
4.    Istirahat
5.    Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali
3. ISTIRAHAT DENGAN POSISI TELUNGKUP
Istirahat dengan posisi telungkup bermanfaat untuk membantu mengembalikan uterus pada posisi normal.
1.        Posisi ini baik dilakukan pada saat setelah melahirkan dan dapat mencegah timbulnya kekakuan pada pinggang dan bokong
C.      METODE SENAM NIFAS III
Berikut ini adalah “Senam Sesudah Melahirkan Tahap Awal”  yang diajarkan dalam “Buku Kesehatan Ibu dan Anak”, dengan tahapan sebagai berikut:
1.         Posisi Awal Berbaring Terlentang di Atas Tempat Tidur:
a)         Kedua tangan diatas perut. Tarik napas dalam, hembuskan napas pelan-pelan dengan mulut mencucu dan menghembuskan perut. Ulangi hingga 8 kali.
b)        Posisi 1: Kedua lengan disamping badan. Putar kedua kaki kekiri 4 kali, kemudian kekanan 4 kali. Dorong kaki kanan dan kiri kedepan dan gerakan kebelakang. Ulangi 8 kali.
c)         Posisi 2 : silangkan tungkai kanan ke tungkai kiri, tarik napas, kemudian keluarkan napas dengan mulut mencucu, kempiskan perut dan kerutkan dubur, lemas kembali. Ulangi 8 kali. Ganti tungkai yang lain 8 kali.
d)        Kedua lutut ditekuk, kedua tangan diatas perut. Tarik napas, keluarkan napas dengan mulut mencucu, kencangkan otot perut dan dubur dan kembali lemas. Ulangi 8 kali.
e)         Tarik lutut kiri kedada pelan-pelan, luruskan tungkai dan kaki kiri, tekuk kaki kiri kebelakang, turunkan perlahan kembali keposisi awal. Ulangi 4 kali. Ganti tungkai kanan ulangi 4 kali.

2.         Posisi Awal Duduk di Tepi Tempat Tidur
a)   Kepala menunduk dan rileks. Putar kepala kekiri 4 kali, kemudian putar kepala kekanan 4 kali.
b)   Kedua tangan diatas bahu. Putar kedua lengan kedepan, keatas, kebelakang, kembali ke posisi awal, ulangi 4 kali. Putar arah kebalikan 4 kali.
c)   Kedua tangan saling memegang pergelangan tangan, angkat setinggi bahu. Geserkan tangan kesiku sekuat-kuatnya, geser ke posisi awal. Ulangi 8 kali.
d)  Angkat kedua tangan keatas kepala sambil tarik napas, turunkan perlahan sambil menghembuskan napas dengan mencucu dan mengempiskan perut. Ulangi hingga 8 kali.

D.      METODE SENAM NIFAS IV
Metode senam nifas lainnya yang dapat dilakukan, adalah metode senam berikut ini, yang merupakan metode senam nifas ibu post partum dari hari I sampai hari ke III:
1. LATIHAN HARI I
a)         Latihan pernapasan iga-iga
1. Tujuan :
·           Mendapatkan Oksigen yang cukup
·           Memberi tenaga dan mengurangi kelelahan
·           Memperlancar sirkulasi darah
2. Sikap: ibu tidur terlentang dengan satu bantal.
3. Gerakan :
·         Mengeluarkan napas dari mulutà iga mengempis hingga kepalan terlepas
·         Menarik napas dari hidung à iga mengembang hingga kepalan tangan terdorong keatas.
4. Anjuran : lakukan 15 kali gerakan pada pagi dan sore.
b)  Latihan Gerak Pergelangan Kaki
1. Tujuan :
·      Membantu sirkulasi darah ke jantung
·      Mencegah bengkak pada pergelangan kaki
     2. Sikap : ibu tidur terlentang dengan satu bantal
     3. Gerakan :
·        Gerakan dorsal fleksi dan plantar fleksi yaitu: tegakkan ke 2 telapak kaki dengan lutut menekan kasur, kemudian tundukkan ke 2 telapak kaki bersama jari-jarinya, dst.
·        Gerakkan inversi dan eversi yaitu : hadapkan ketelapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap keatas, kembali semula, dst.
·   Gerakan sirkumduksinya itu:
- Kedua telapak kaki turunkan kebawah, buka kesamping, tegakkan, kembali,dst.
- Kedua telapak kaki buka dari atas, ke samping, turunkan, hadapkan, kembali.
4. Anjuran : Latihan dilakukan 2X sehari, masing-masing 6 hitungan, bila sudah ada pembekalan, lakukan sesering mungkin.
c)  Latihan Kontraksi ringan otot perut dan otot pantat
1. Tujuan:
·         Mencegah kesulitan B.A.B dan B.A.K
·         Membantu kontraksi rahim, sehingga perdarahan cepat berhenti
2. Sikap : ibu tidur terlentang dengan satu bantal dikepala, kedua kaki lurus dan kedua tangan disamping badan.
3. Gerakan : tundukkan kepala, kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur, kempeskan perut sampai punggung menekan kasur, lepaskan perlahan.
4. Anjuran : lakukan 15X gerakan pagi dan sore , setiap 5X gerakan istirahat sebentar.

2. LATIHAN HARI ke-II
(Latihan hari I diulang dan ditambah):
a)          Latihan Otot Perut
1)        Tujuan : mencegah agar dinding otot perut tidak kendur.
2)        Sikap: Ibu tidur terlentang dengan satu bantal dikepala. Kedua lutut dan kedua tangan disamping badan
3)        Gerakan : angkat kepala sehingga dagu menempel di dada, perlahan-lahan kembali.
4)        Sikap : Ibu tidur terlentang dengan satu bantal dikepala. Kedua lutut dan kedua tangan disamping badan.
5)        Gerakan : bengkokkan lutut ½ tinggi lalu luruskan, kemudian ganti lutut kanan.
6)        Anjuran : lakukan gerakan ini 5X pagi dan sore.

b)        Latihan Kaki
1)    Tidak boleh pada symphisiolysis.
2)    Sikap : Ibu tidur terlentang dengan satu bantal dikepala, kedua lutut dibengkokan setengah tinggi dan paha menempel satu sama lain.
3)     Gerakan : kedua lutut direbahkan kesamping kiri ½ rendah.. bahu tetap pada kasur, kembali ketengah , dibawa ke kanan, kembali ke tengah, seterusnya bergantian.
4)    Anjuran : lakukan 5 kali gerakan untuk masing-masing sisi.

c)    Latihan untuk menguatkan otot dada
        1. Tujuan :
·  Mempertahankan payudara agar tidak kendur atau merosot.
·  Memperlancar ASI
2.   Sikap :
·         Duduk atau berdiri dengan kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku.
·         Badan dan lengan atas membentuk sudut 90
3.   Gerakan : Kedua tangan mendorong lengan ke arah siku tanpa menggeser telapak tangan , sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan.
4.   Anjuran : Lakukan 45 kali gerakan, setiap 15 kali gerakan berhenti sebentar, lakukan pagi dan sore.

3. LATIHAN HARI III
 (Latihan hari ke II diulang dan ditambah) :
a.       Latihan untuk mrngembalikan rahim pada bentuk semula:
1.      Tujuan :
·            Mempercepat pengembalian rahim pada bentuk dan posisi semula
·            Mengurangi rasa mulas.
2.      Sikap : Tidur tengkurap dengan 2 bantal penyangga perut bagian bawah, satu bantal kecil menyangga punggung kaki, kepala menoleh kesamping kiri atau kanan, tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit di bengkokkan.
3.      Anjuran :
·           Pertahankan sikap ini mula-mula selama 5 menit selanjutnya sampai 20 menit.
·           Lakukan latihan ini sampai ibu tidak meraskan mulas lagi.

E.      METODE SENAM NIFAS V
Berikut ini merupakan metode senam nifas lainnya, yang dapat dilakukan mulai hari pertama sampai dengan hari keenam setelah melahirkan. Senam nifas ini bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan menguatkan otot-otot punggung, otot dasar panggul dan otot perut.
Adapun tata cara melakukan senam nifas ini adalah :
1.         Hari Pertama
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan hingga hitungan ke lima atau hitungan ke delapan kemudian buang melalui mulut. Lakukan hingga 5-10 kali.
b.        Rasionalisasi :
Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. latihan pernafasan ini di tujukan untuk memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Seluruh organ-organ dalam tubuh akan terobsigenasi dengan baik sehingga hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.
2.         Hari Kedua
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh terlentang tapi kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat diatas muka. Lakukan gerakan ini hingga 5-10 kali.
3.         Hari Ketiga.
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh terlentang tapi kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak kaki menyentuh lantai. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga atau kelima lalu turunkan pantat keposisi semula dan ulangi kembali gerakan hingga 5-10 kali.
b.        Rasionalisasi
Latihan ini ditujukkan untuk menguatkan kembali otot-otot dasar panggul yang sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.
4.         Hari Keempat
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh bagian atas terlantang dan kaki ditekuk ±45 kemudian salah satu tangan memegang perut setelah itu angkat tubuh ibu ±45dan tahan hingga ke-3 atau ke-5. Lakukan gerakan tersebut 5-10 kali.
b.        Rasionalisasi :
Latihan ini ditujukkan untuk memulihkan dan menguatkan kembali otot-otot punggung.
5.         Hari Kelima
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh masih terlentang kemudian salah satu kaki ditekuk ±45 kemudian angkat tubuh dan tangan yang bersebrangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian dengan kaki dan tangan yang lain. Laukukan hingga 5-10 kali.
b.        Rasionalisasi :
Latihan ini bertujuan untuk malatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot punggung, otot-otot bagian perut dan otot-otot bagian paha.
6.          Hari Keenam
a.         Sikap tubuh :
Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk sudut ±90 lakukan secara bergantian dengan kaki yang lain. Lakukan 5-10 kali.
b.        Rasionalisasi:
Latihan ini ditujukkan untuk menguatkan otot-otot dikaki yang selama kehamilan menyangga beban yang sangat berat. Selain itu, untuk memeperlancar sirkulasi didaerah kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.
7.             Hari Ketujuh
Tidur terlentang kaki lurus kedua tangan di samping badan. Angkat kedua kaki secara bersamaan dalam keadaan lurus sambil mengkontraksikan perut kemudian turunkan perlahan dan atur pernafasan. Lakukan sesuai kemampuan, tidak usah memaksakan diri. Gerakan dapat diulang 8 kali.
8.      Hari Kedelapan
Posisi nungging, nafas melalui perut. Kerutkan anus dan tahan 5-10 detik. Saat anus dikerutkan, ambil nafas kemudian keluarkan nafas pelan-pelan sambil mengendurkan anus. Lakukan sebanyak 8 kali.
9.      Hari Kesembilan
Posisi berbaring, kaki lurus, kedua tangan di samping badan, angkat kedua kaki dalam keadaan lurus sampai 90ᵒ kemudian turunkan kembali pelan-pelan. Jangan menghentak ketika menurunkan kaki. Atur nafas saat mengangkat dan menurunkan kaaki. Gerakan dapat dilakukan sebanyak 8 kali.
10.  Hari Kesepuluh
Tidur terlentang, kaki lurus, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala kemudian bangun sampai posisi duduk kemudian perlahan-lahan posisi tidur kembali (sit up). Lekukan gerakan sebanyak 8 kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENANTIAN TERINDAHKU

Sedetik. . . Semenit. . . Sejam. . . Sehari. . . Sebulan. . . Setahun. . . Dan kini telah 3 tahun lamanya aku menantimu ...